JURNAL VESTIFARM

Sep

03

2017

5 Rahasia Dalam Memilih Lokasi Tambak Udang Terbaik Untuk Budidaya

Beberapa minggu yang lalu, tim operasional Vestifarm mengunjungi lokasi sentra produksi udang di Desa Tegal Tike, Pamanukan, Subang. Di lahan seluas 2 Hektar ini, akan dibangun tambak udang dari hasil dana #investambak yang telah terkumpul dalam waktu cukup singkat di vestifarm.com. Alhamdulillah pada 7 Oktober kemarin sudah dimulai tahap awal pembangunan yang insya Allah sudah menjadi 8 petak tambak udang semi intensif pada bulan Desember mendatang. Proses awal pembangunan ini di estimasikan akan menghabiskan waktu sekitar 1 bulan. Adapun proses yang sedang dilakukan adalah proses pengeringan kolam serta mengeruk lumpur dasar untuk dilakukan pendalaman.

Apa pertimbangan Vestifarm membangun tambak udang di daerah Pamanukan ? Ada beberapa faktor teknis dan non teknis sebagai syarat utama tambak udang agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Seorang tim expert vestifarm dari perikanan IPB menuturkan beberapa faktor tersebut.


1. Terletak di daerah pantai
Lokasi tambak udang harus terletak di daerah dekat pantai. Mengapa? Karena daerah dekat pantai menyediakan kebutuhan yang baik untuk kehidupan komoditas tambak. Daerah Pantai Utara Jawa (Pantura) memiliki fluktuasi pasang surut sekitar 2-3 m, mempunyai jenis tanah bertekstur lumpur liat dan berpasir, serta merupakan tempat bertemunya air tawar dan laut dengan kapasitas yang cukup besar. Hal ini sangat dibutuhkan dalam membangun ekosistem yang cocok untuk udang vaname yang merupakan komoditas investasi Udang Vestifarm.


2. Memiliki Greenbelt
Mungkin green belt adalah istilah yang jarang didengar oleh masyarakat perkotaan. green belt merupakan sebutan bagi kawasan hutan mangrove di sekitar pesisir pantai. Hal ini dibutuhkan karena tanah yang ditumbuhi oleh tumbuhan-tumbuhan bakau biasanya subur dan cocok untuk areal pertambakan. Disamping itu, vegetasi mangrove berfungsi menahan air pasang sehingga tidak menggerus tanah sekitar lokasi tambak. Dan yang tidak kalah penting adalah, green belt menjadi benteng utama apabila terjadi bencana alam seperti halnya tsunami. Hal ini tentu saja menjadi salah satu mitigasi resiko bencana alam secara alami.


3. Terdapat sumber listrik
Sumber listrik menjadi salah satu kebutuhan tambak udang semi intensif Vestifarm. Walaupun pada kenyataannya, udang dapat hidup dalam tambak tradisional sekalipun. Mengapa harus semi intensif ? Karena tambak udang jenis ini tidak terlalu bergantung pada alam dan pengelolaannya sudah memanfaatkan teknologi agar hasil tambak jadi lebih optimal. Selain itu, tambak udang semi intensif memberi kesempatan untuk memanfaatkan teknologi pertanian berbasis Internet of Things atau IoT yang lebih luas lagi.

4. Dekat dengan sumber tenaga kerja

5. Dekat dengan sentra perekonomian masyarakat
Selain sebagai faktor pendukung, kedua faktor terakhir diatas dapat kita sebut juga sebagai faktor sosial yang cukup penting mengingat dampak sosial yang tinggi juga menjadi fokus utama Vestifarm. Lokasi tambak udang yang sejak lama merupakan sentra perekonomian masyarakat adalah hal yang menarik. Berkat program revitalisasi tambak udang oleh kementrian kelautan dan perikanan pada tahun 2012, hal ini menjadi babak baru bagi kebangkitan budidaya udang di Kabupaten Subang yang sempat meredup pada tahun 1990an. Dampak langsungnya adalah, cukup mudah mencari sumber tenaga kerja yang paham betul mekanisme dunia pertambakan dari hulu sampai ke hilir, bahkan di lapangan sudah tercium adanya pemanfaatan teknologi untuk optimasi tambak udang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hampir semua proses pembangunan tambak udang Vestifarm dikerjakan oleh masyarakat lokal (dengan tetap diawasi penuh oleh tim operasional) yang tentu saja membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sehingga, poin-poin dampak sosial juga terpenuhi.

Bersamaan dengan kemunculan Revolusi Pertanian Jilid 3, dimana proses pertanian juga dapat dioptimasi melalui perangkat komunikasi dan robotika melalui IoT. Kami percaya bahwa Kabupaten Subang dapat menjadi wajah indonesia sebagai produsen udang yang dapat bersaing dengan memanfaatkan Internet of Things tersebut. Apalagi dengan rencana pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang (mulai dibangun januari 2018) sebagai Proyek Strategis Nasional, yang juga menjadi angin segar dalam upaya ekspor komoditas ke pasar luar negeri. Semoga program pembangunan tambak semi intensif dapat menjadi upaya yang valid untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tentang Kami

Vestifarm adalah platform bagi hasil di bidang peternakan dengan konsep patungan. Sehingga siapa pun dapat menikmati keuntungan maksimal, sekaligus berdampak bagi kesejahtaraan petani.

Kontak Kami

BNV labs, Menara by Kibar lt.5
Jl. Raden Saleh Raya No.46A, RT.1 RW.2
Jakarta Pusat - DKI Jakarta 10310