JURNAL VESTIFARM
Vestifarm Resmi Gandeng Pelopor Agropreneur Muda, Nur Agis Aulia Untuk Proyek Qurban 2018
9 Januari 2018    Admin

Tahun 2017 baru saja berakhir dan telah hadir 2018 dengan sejumlah tantangan dan harapan baru untuk indonesia. Harapan akan tahun yang lebih baik tentu saja di dampakan oleh beragam aspek, tak terkecuali dalam industri agrikultur dalam pelaksanaan Hari raya Idul Adha yang akan datang.

Hari raya Idul Adha atau biasa disebut Idul Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban yang dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, atau dalam kalender masehi akan dirayakan pada tanggal 20 Agustus 2018. Meskipun bulan agustus terhitung masih lama, beberapa pemain tetap penjualan hewan qurban sudah mulai aktif dalam kegiatan promosi sejak awal januari ini, tak terkecuali Vestifarm.

Namun untuk tahun ini, Vestifarm melakukan gebrakan dengan menggandeng salah satu pelopor agropreneur muda yaitu Nur Agis Aulia sebagai mitra Vestifarm. Nur Agis Aulia, merupakan sarjana lulusan terbaik Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude yang saat ini lebih memilih untuk menjadi pelopor wirausaha yang bergerak di bidang bisnis pertanian dan peternakan, atau yang lebih dikenal dengan agropreneur muda.

Melalui Jawara Farm yang didirikannya, pemuda asal Desa Sambilawang, Kecamatan waringinkurung, Serang, Banten ini mempunyai mimpi untuk mengurangi kemiskinan maupun pengangguran melalui program kewirausahaan pertanian yang ia gagas.Menurut agis, potensi pertanian dan pertanian di Indonesia sangatlah besar, namun kurangnya minat dari generasi muda untuk memilih profesi menjadi petani dan peternak, menyebabkan potensi di desa yang sebagian besar masih didominasi oleh sektor pertanian dan perikanan, tidak teroptimalkan secara maksimal.


Nur Agis Aulia bersama gubernur banten Rano Karno


Selain mengurusi Jawara Farm, Agis tengah sibuk menggalakkan program inkubasi bisnis pemuda melalui Forum Kewirausahaan Pemuda Banten, di mana forum ini merupakan wadah bagi pengusaha-pengusaha muda di Banten untuk saling bersinergi dan berkolaborasi. Agis merasa bahwa prospek dunia pertanian dan peternakan sangatlah besar apabila kita semua bisa berkolaborasi. Profesi petani dan peternak yang saat ini dianggap tidak menjanjikan, perlahan mulai bisa diterima oleh lulusan sarjana sekalipun berkat kegigihannya. Terbukti, saat ini sudah ada 400 petani muda berhasil di rangkul oleh Agis untuk berkolaborasi dan mengembangkan potensi di daerahnya masing-masing.

Sejak masih berkuliah, Agis memang sudah memiliki ketertarikan pada bidang pertanian & peternakan, hanya saja ia baru dapat terjun langsung setelah lulus pada tahun 2013. Dalam perjalanannya, banyak rintangan yang tantangan yang harus dia alami. Tantangan terbesar yang harus Agis hadapi waktu itu adalah orang tuanya sendiri, karena stigma yang kurang baik di dunia pertanian & peternakan. Terlebih lagi, saat itu ia juga telah mendapat tawaran kerja di salah satu perusahaan BUMN.

Kendala lain yang juga dihadapi adalah modal karena dirinya pun baru lulus kuliah, sehingga modal jadi sangat terbatas. Namun, hal itulah yang membuat ia belajar untuk merintis usaha dari nol, dan akhirnya semua tantangan bisa teratasi. Terbukti, saat ini telah banyak penghargaan yang diterima oleh Agis seperti peserta terbaik program Indonesia Bagun Desa Batch 1, juara 1 sociotechnopreneurshi MITI masyarakat Ilmuwan & teknologi Indonesia dan saat ini Agis juga sudah sering berlalu lalang di berbagai media seperti Kick Andy, Kompas dan bahkan media internasional.

Nur Agis Aulia: Pelopor Agropreneur Muda - CNN Indonesia Heroes



Sudah 3 tahun semenjak Agis mendirikan Jawara Farm, dan sampai saat ini sudah puluhan petani lokal di daerah Desa Sambilawang yang terbantu berkat sistem pertanian terpadu yang diusung oleh Agis. Sistem pertanian terpadu menyatukan pertanian, peternakan, serta perikanan sekaligus yang ternyata sangat berdampak pada efisiensi biaya dari ketiga komoditas tersebut. Limbah pertanian seperti sisa sisa panen dapat di fermentasikan untuk dijadikan pangan, di sisi lain kotoran ternak bisa dijadikan sebagai pupuk organik untuk pertanian. Selain optimasi sistem pertanian terpadu, Agis juga membina petani & peternak pada sektor hilir, atau dalam menjual hasil pertanian dan perikanan tersebut menjadi produk olahan.

Kesuksesan Agis dalam membina peternak dari sisi penjualan juga terlihat saat Hari raya Idul Kurban tahun 2017 lalu. Terbukti, pada tahun lalu ia bersama tim peternak berhasil menjual sebanyak 1200 domba dan 99 sapi tanpa bantuan media digital sedikitpun. Bahkan ia mengaku penjualan sapi kurban saat itu mengalami over demand.

Vestifarm saat berkunjung ke Jawara Farm Banten


Melihat peluang ini, Vestifarm percaya bahwa akan menjadi sebuah kolaborasi yang apik, apabila dapat memanfaatkan momen Idul Qurban 2018 bersama Nur Agis dan Jawara Farm. Berkaca dari daya beli masyarakat yang menurun untuk komoditas sapi pada Idul Qurban tahun lalu, sebanyak 200 ekor domba dan 30 ekor sapi akan kami buka untuk pendanaan dalam waktu dekat ini. Semoga kerja sama ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak Jawara Farm dan menguntungkan untuk calon pendana.

Tentang Kami

Vestifarm adalah platform bagi hasil di bidang peternakan dengan konsep patungan. Sehingga siapa pun dapat menikmati keuntungan maksimal, sekaligus berdampak bagi kesejahtaraan petani.

Kontak Kami

BNV labs, Menara by Kibar lt.5
Jl. Raden Saleh Raya No.46A, RT.1 RW.2
Jakarta Pusat - DKI Jakarta 10310